Ote-Ote ialah makanan enteng yang paling populer di sepanjang Pulau Jawa. Meski bentuknya sama namun makanan ini menyandang sekian banyak identitas cocok sebutan di wilayah masing-masing. Di wilayah Jawa Barat disebut Bala Bala Udang. Di Semarang dinamakan Heci, bila di kota kelahiran saya di Kediri dan di Surabaya namanya Ote-Ote cocok judul di atas. Teman dekat saya yang pribumi Malang nyebutnya Weci, trus di area ujung unsur timur Pulau Jawa tepatnya di Jember namanya menarik dan lucu yakni "Hongkong". Gak percaya?? Silahkan tanya orang Jember he he ;-)
Terus cerah makanan ini telah saya kenal semenjak masa kanak-kanak. Saya masih ingat jelas di SD waktu tersebut ada penjaja Bakso dan Ote-Ote namanya Pak Kedah. Kalau saya kilas balik kini saya nyadar bila Bakso Pak Kedah melulu tepung kanji yang diperbanyak sedikiiiiiiiiiiiiiiit sekali tetelan daging dan lemak guna memberi aroma. Ote-Otenya pun gaya minimalis isinya cuman sayuran wortel dan kubis doang. Karena adonannya encer dan nyetaknya tipis banget, bila sudah dingin si Ote-Ote langsung lemes dan lunglai tak berdaya!.
Uniknya gerobak dorong Pak Kedah yang tak punya saingan tidak jarang kali laris manis diserbu murid2 ketika jam istirahat. Dasar anak SD masih nggragas mana peduli bumbu, isi lagipula penyedap rasa, yang urgen murah meriah dan buat kenyang!. Baksonya saja cuman 25 Rupiah per mangkok ha ha ;-).
Ok dech ...stop dulu ngelanturnya...sekarang waktunya masak. Cocok bikin acara kumpul-kumpul, wewangian udang ketika digoreng begitu menggoda. Dimakan seraya nglethus cabe rawit atau cabai botolan hmmmm...lezat ;-)!!
Bahan:
250 gr tepung terigu (pakai paduan 200 gr tepung terigu + 50 gr tepung beras guna hasil yang lebih kenyal/tidak terlampau lemas ketika dingin)
2 buah/150 grwortel, iris format korek api kecil
100 gr taoge
100 gr kol, iris panjang tipis
1 buah daun bawang, iris tipis
1 tangkai seledri, cincang halus
1 butir telur
200 gr udang ukuran sedang, buang kaki dan sungut, biarkan kulitnya namun belah punggung untuk melemparkan kotoran di kepala dan punggung
1/2 sdt bubuk kaldu (jika suka)
300 ml air dingin
minyak yang tidak sedikit untuk menggoreng
Bumbu Halus:
2 siung/6 grbawang putih
1/2 sdt merica butir atau 1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir (jika suka)
1.5 sdt garam atau cocok selera
Cara Membuat:
Bersihkan udang dari sungut dan kaki, belah punggung dengan pisau tajam, keluarkan vena/bagian hitam dari punggung, pencet dan keluarkan cairan dari kepala, cuci bersih dan tiriskan.
Kupas dan iris2 wortel dan daun kol format korek api atau tipis panjang.
Iris dan cincang halus daun bawang dan seledri. Sisihkan.
Ulek bumbu dengan cobek hingga halus. Campur dengan tepung dan telur. Aduk2.
Tambahkan air dingin tidak banyak demi sedikit seraya diaduk sampai menjadi adonan yang kental dan rata. (Kekentalan serupa adonan dadar gulung atau pancake).
Tambahkan bubuk kaldu dan gula pasir (jika dipakai).
Cicipi, andai perlu tambahkan garam cocok selera.
Masukkan bahan sayur, aduk hingga rata. (Untuk kamu yang kesatu kali menciptakan resep ini, tak butuh heran andai melihat adonan seperti banyak sekali sayur daripada tepung, memang seperti tersebut bentuknya).
Panaskan minyak goreng dalam wajan cekung dengan jumlah tidak sedikit dengan suhu sedang. Rendam sekalian sendok sayur/irus yang akan kamu pakai guna mencetak di dalam minyak goreng.
(Langkah ini urgen supaya adonan tidak lengket dan menempel ke irus ketika digoreng).
Test rasa adonan tepung dengan cara, ambil satu sendok santap adonan, goreng hingga matang dan mengambang di permukaan minyak. Cicipi apakah rasa asin telah benar2 pas.
(Trik ini perlu kamu lakukan agar rasa asinnya benar2 pas sebab rasa adonan mentah beda dengan sesudah digoreng. Daripada telah tergoreng seluruh dan hambar, nyeselnya gak karu2an ;-( ).
Angkat sendok sayur, tuang adonan ote-ote lantas letakkan seekor udang di atasnya.
Celup segera ote-ote ke dalam minyak goreng. Pegangi dengan tangan hingga ote-ote mulai mengeras atau separuh matang, goyang2 sendok sampai ote-ote terlepas dari cetakan.
(Kadang adonan tetap lengket walau irus telah direndam dalam minyak goreng panas. kita tak butuh panik, pakai sendok untuk melepaskan ote-ote hingga lepas).
Goreng ote-ote hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Celupkan sendok sayur ke dalam minyak, bersihkan dari adonan yang lengket (jika ada) sebelum dituangi adonan berikutnya.
Goreng adonan hingga habis, tiriskan dan letakkan di atas tissue dapur agar bebas minyak.
Sajikan hangat dengan cabe rawit atau sambal cabai botolan.
Catatan Tambahan:
Kulit udang mengawal rasa dan wewangian terkunci begitu dipanaskan sampai-sampai rasanya lebih sedap. Tak usah kuatir santap kulitnya, rasanya kriuk2 laksana krupuk ;-).
Jangan cetak ote-ote terlampau tebal agar adonan matang merata bersamaan hingga ke dalam. Isi setengahnya saja andai sendok sayur yang kamu pakai terlampau dalam (contohnya laksana punya saya).
Kalau tidak punya wajan cekung dan sendok sayur yang sesuai ya goreng biasa saja laksana bakwan, bentuknya memang tidak cantik namun rasanya tetap enak ;-).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar